Cara Menggunakan Plitur Kayu Yang Benar

1344
furniture-plitur-kayu

Jika Anda melakukan finishing furniture dengan plitur kayu hasilnya kurang memuaskan bisa jadi karena cara yang salah. Temukan cara yang benar di sini.

Apakah Anda pernah melakukan finishing menggunakan plitur? Apakah produk plitur tersebut sudah berkualitas dan memenuhi standar yang semestinya? Dalam melakukan finishing ada banyak faktor yang harus diperhatikan sehingga terkadang hasilnya tidak sesuai dengan yang Anda inginkan.

Jika itu adalah salah satu penghalang Anda untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka bisa jadi Anda memerlukan cara plitur kayu yang benar dalam melakukan finishing.

CS Biovarnish

Terlebih lagi jika Anda melakukan finishing pada furniture warisan dari nenek moyang Anda dan hasilnya warna kurang sesuai dengan yang diinginkan. Baik itu proses finishing atau recoating Anda bisa melakukan dengan mudah sebenarnya.

Kunci keberhasilan dalam finishing adalah alat yang digunakan. Bagi Anda yang bukan seorang profesional maka  gunakanlah kuas. Menggunakan kuas adalah hal termudah dan termurah menjadi opsi terbaik dan hasilnya pun tidak mengecewakan.

Hal satu lagi yang harus dipertimbangkan adalah jumlah bahan pelarut pada plitur kayu yang digunakan. Jika Anda berlebihan atau terlalu sedikit menambahkan bahan pelarut maka hasilnya tentu tidak akan maksimal.

Untuk lebih jelasnya simak penggunaan plitur kayu di bawah ini untuk hasil yang maksimal:

  1. cara-plitur-kayuSiapkan alat-alat aplikasi seperti kuas berukuran 3 inci dan 2 inci, amplas alumunium oxide no. 180 dan 400, kain katun bersih dan kering, gelas plastik, dan jangan lupa plitur serta bahan pelarut yang sesuai baik itu solvent atau air.
  2. Memepersiapkan material kayu, pastikan sudah kering benar dengan MC kayu 12 %. Jika permukaan kayu masih kasar atau masih terdapat sisa coating yang lama maka gunakan amplas no. 180 atau yang lebih kasar untuk memmperhalus permukaan. Jangan lupa untuk membersihkan sisa debu amplas dengan kain lap.
  3. Selipakan plitur sesusai dengan bahan pelarut yang dibutuhkan. Tuang plitur ke dalam gelas plastik dan bahan pelarut sesuai dengan takaran yang dianjurkan pada kemasan. Jangan langsung dicampur di dalam kaleng plitur karena bisa saja terlalu kental dan berlebihan. Aduk hingga plitur merata dengan bahan pelarutnya.
  4. Sapukan plitur dengan kaus berukuran 3 inci untuk bidang yang luas sedangkan pada bidang yang sempit seperti siku gunakanlah kuas berukuran 2 inci. Aplikaskan plitur searah serat kayu agar tidak terjadi hasilnya yang tidak rata.
  5. Tunggu permukaan furniture kering benar, jika menggunkan plitur solvent jangan lupa untuk menjemur furntiurie agar cepat ekring jika mengguankna plitur water based tanpa dijemur saja sudah akan kering sempurna.
  6. Jika sudah kering amplas permukaan furniture dengan kertas amplas no. 400. Amplas ambang saja jangan terlalu ditekan agar plitur tidak mengelupas semuanya. Jika sudah terlihat serta kayu dan permukaan halus maka lakukan aplikasi plitur kembali. Anda bisa melakukan aplikasi berulang kali hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.

Apa Jenis Plitur Kayu Yang Seharusnya Digunakan?

Memilih jenis plitur kayu tahan air dan panas sebenarnya bukan hal yang sulit asalkan Anda sudah tau kelebihan dan kekurangan plitur tersebut. Dalam dunia finishing dikenal dua jenis pernis atau plitur yaitu plitur solvent dan plitur water based. Anda bisa melihat dari cara pengeringan pada setelah diaplikasikan.

Plitur solvent membutuhan panas matahari agar solvent kering sempurna. Panas matahari akan mempercepat proses penguapan thinner sebagai bahan pelarutnya. Jika tidak dijemur dengan panas matahari maka hasilnya akan muncul bayangan putih menandakan thinner tidak kering sempurna.

Maka penggunaan plitur solvent akan ketergantungan dengan cuaca. Plitur water based lebih mudah karena tanpa panas matahari pun tetap bisa kering sempurna. Bahan pelarutnya air dapat menguap dengan baik walaupun tidak ada panas matahari.

furniture-plitur-kayu

Kelebihan plitur kayu solvent terletak pada penampilannya yang high gloss. Memang benar untuk plitur solvent tingkat glossy mampu mengalahkan produk water based. Plitur water based memiliki tingkat glossy paling tinggi sekitar 80-85 % persen saja.

Tetapi hal ini masih terus dalam tahap pengembangan karena plitur water based adalah jenis plitur kayu yang baru. Sayangnya walaupun penampilannya menarik plitur solvent jarang ada yang bisa bertahan lama di luar ruangan.

Plitur solvent memang dianjurkan hanya untuk di dalam ruangan saja karena tidak tahan terhadap panas matahari terus menerus. Inilah yang menjadi kelebihan plitur water based. Penggunaan plitur water based bisa untuk furniture indoor dan outdoor karena tahan terhadap panas, hujan, kelembapan, serangga, jamur, dll.

Masalah Kesehatan Penggunaan Plitur Yang Harus Diperhatikan

Jika membicarakan permasalahan kesehatan, plitur water based memiliki keunggulan utama yang tidak dimliki plitur solvent. Merk plitur kayu water based adalah plitur yang terbaru dalam dunia finishing. Yang menjadikan alasan utama terciptanya plitur water based adalah masalah kesehatan. Di negara maju seperti Jepang, Eropa dan Amerika dulunya masih memanfaatan plitur solvent karena memang yang diutamakan adalah hasilnya.

Produk solvent yang memberikan penampilan mewah dari tingkat glossynya ini menjadi favorit. Tetapi dibalik penampilan menarik nan mewah ini tersembunyi bahaya yang akan dirasakan manusia nantinya. Bahan solvent yang dicampur dengan resin ini adalah bahan beracun yang berbahaya bagi tubuuh manusia, persebaran solvent ini melalui udara karena bahan solvent mudah menguap. Bayangkan saja jika furniture di kamar Anda akan menyebarkan gas beracun padahal Anda hirup selama tidur sepanjang malam.

Di luar negeri sudah dilakukan percobaan terhadap tikus yang menghirup solvent secara berkala. Kemudian ditemukan bahwa muncul sel kanker yang sangat berbahaya bagi tubuh. Para ahli akhirnya menyimpulkan bahwa sel kanker juga akan muncul dalam tubuh manusia ketika menghirup solvent secara terus menerus.

Oleh karena itu negara maju tersebut akhirnya melarang penggunaan solvent pada bahan kimia seperti cat atau plitur. Sayanganya masih banyak juga pabrik-pabrik yang memproduksi bahan finishing solvent ini. Mengatasi hal itu, di negara seperti Eropa menciptakan standar regulasi ECHA (European Chemical Agency) melarang penggunaan 82 bahan kimia berbahaya pada bahan cat.

Di Amerika yaitu standar regulasi US EPA (Enviromental Protection Agency) yang mengatur ambang batas penggunaan VOC (Volatile Organic Compound). Setiap beberapa tahun sekali US EPA selalu mengatur ulang ambang batas penggunaan VOC yang semakin sedikit kadarnya tiap tahunnya agar lebih menjaga kesehatan manusia dan lingkungan.

Di Indonesia Anda bisa menggunakan cat kayu tahan air dan panas water based merk Biovarnish. Plitur ini telah memenuhi standar regulasi ECHA dan US EPA. Sehingga kesehatan Anda tidak akan terancam oleh bahaya dari solvent. Untuk hasil produk Biovarnish memiliki warna yang tajam dan tahan perubahan cuaca. Bahkan tidak hanya material kayu saja, Anda bisa menggunakan Biovarnish pada material bambu, rotan, pelepah pisang atau jenis serat lama lainnya.

beli biovarnish

Leave a Reply